Seminggu lalu, di sebuah ruang penuh sesak kami bercanda
Tak ada batasan bahasa dan garis garis wajah
Duduk di lantai bersila, terpisah dua jengkal
Malam yang menyenangkan dan sungguh bahagia bisa tertawa bersama
Wajah serupa dengan pribadi yang berbeda mengantarkan cerita yang berbeda
Selalu saja aroma bahagia dari mata yang hilang tertimpa pipi
Esoknya pergi dengan pamit yang dititip bersama
Tertawa jadi langka, teman senam muka pergi entah kemana
Sungguh kuar biasa ajaibmu menyihir suasana
Melihatmu pun semua orang bisa tertawa
Menunggu waktumu kembali
Dari acara yang temanya "ternyata oh ternyata"
Akhirnya kembali dengan harummu yang beda
Masih ada sisa lelah dan letih di sorot matamu
Mungkin juga karena hobi tidurmu
Sudahlah tak masalah, waktu membawanya pulang untuk kembali tertawa
Dengan berusaha menahan lapar kami mulai tertawa
Pelajaran baru bahwa lapar hanya rasa dan tertawa adalah bahagia

Comments
Post a Comment