Saat itu hanya tiga kata yang kemudian mempertemukan pembicaraan, lewat gerak jari jemari yang perlahan kaku tak sanggup berbicara.
Adalah harapan yang terungkap dalam kalimat itu, for better future. Menemukan orang yang benar dalam hidup di mata Tuhan yang telah menggariskan jalan yang penuh cemooh dan kesombongan bergantian.
Tangis untuk menguatkanmu, ketegaran adalah motivasi baru, kebahagiaan adalah milik bersama yang dibagi dengan tawa atau hanya sekedar senyuman, ingatkah?
Mengejar impian di tanah peradaban yang berbeda, kembali beserta tangis, pelukan terkasih pun datang tak henti, menyeka setiap kepedihanmu. Melihat dengan kedua mata ini dirimu berlalu.
Terus ada walau tangis dan tawa datang, bahkan hujan dan panas pun tak bisa menolak.

Comments
Post a Comment