Skip to main content

Posts

Will

Sekian banyak judul film yang mengangkat tema sepak bola yang sudah saya saksikan, dan tidak satu pun yang bisa menggugah naluri saya sebagai seorang fans sebuah club sepak bola sampai akhirnya semalam saya menonton sebuah film berjudul WILL. Bagaimana film ini sampai ke mata saya, adalah pemberian seorang kawan yang sampai saat ini saya kagumi dan terus berguru padanya. Selayaknya bentuk media massa lainnya, film ini cukup banyak memberikan saya informasi akan Liverpool Football Club. Film ini disutradarai oleh Ellen Perry, seorang sutradara, produser sekaligus penulis film dokumenter Alberto Fujimori. Film ini mengisahkan perjuangan seorang bocah berusia 11 tahun bernama Will Brennan (Perry Eggleton) yang tinggal di sebuah panti asuhan setelah kematian ibunya. Suatu hari Will dikejutkan dengan kedatangan ayahnya Gareth Brennan (Damian Lewis) yang menyesal tidak bersama keluarganya ketika istrinya meninggal dan menyebabkan Will harus diasuh oleh panti asuhan. Gareth memberikan...

up high

you walk through the wall jump across the street rolling in the air spin all your body till drop processing word to sentences blow the story and publicity seeing without believing take your heart to the ground close your eyes and tears drop hot and cold water glow your body speak loud broken speaker you are going up high i just on the ground

The Pursuit of HappYness

Jika disuruh menyebutkan siapa aktor favorit saya, Will Smith akan menjadi salah satu yang saya sebutkan setelah Tom Hanks. Bagaimana dengan aktris, jika aktor saya punya banyak jagoan maka saya hanya akan memilih Helena Bonham Carter sebagai aktri favorit saya, Peran Helena dalam Fight Club (1999),Sweeney Todd: The Demon Barber of Fleet Street (2007) dan yang paling baru The King's Speech (2010)membuat saya langsung jatuh cinta pada aktris kelahiran Golders Green, London, empat puluh enam tahun lalu. Kali ini saya akan coba mereview film karya Gabriele Muccino bergenre drama keluarga berjudul The Pursuit of HappYness. Film ini mungkin tidak begitu terkenal seperti The Departed, Apocalypto, Pans Labyrinth, dan Pirates of The Carribean; Dead Man's Chest yang release di tahun yang sama. Film yang diangkat berdasarkan kisah nyata ini ditulis dengan begitu menarik oleh Steve Conrad dari buku yang berjudul sama. Film yang mengisahkan perjalanan hidup Chris Gardner ini diperankan ...

Lay Your Head Down

Sing to me softly your tales of woe I'll cradle you closely, I won't let go I'll speak to you gently of what I know Don't you cry Lay your head down darling The moon is sailing by The stars are softly shining The tide is full and high We'll fly to the edge, not as distant as it seems And maybe we'll find out the key to your dreams So you just lay your head down darling Sleep now, La la la la la Winds blow, rains fall But it's warm by the fire's light Hush, don't you see? You're here with me And there's dawn at the end of the night Lay your head down darling The moon is sailing by The stars are softly shining The tide is full and high We'll fly to the edge, not as distant as it seems And maybe we'll find out the key to your dreams So you just lay your head down darling Sleep now, La la la la la http://www.youtube.com/watch?v=VJ7hz2cEv1k

Melihatmu Sedang Makan

Ada saja hal yang menarik ketika aktivitas duduk duduk a.k.a nongkrong itu berlangsung, mulai dari mencela, bercerita, berdiskusi dan memperhatikan hal hal atau bahkan mengomentari sesuatu yang sebenarnya tidak penting. Hari ini setelah menunaikan kewajiban seperti hari hari biasanya, saya menyambung hari dengan "nongkrong" di kantin mace. Makan siang dan sekedar minum teh menjadi pilihan untuk nongkrong. Beberapa saat berlalu, cerita dari A sampai Z pun dilahap habis, sampai konsentrasiku pecah saat seseorang datang dan duduk tepat di sudut empat puluh lima derajat dari pandangan lurusku. Sebelumnya paras manis ini datang dengan tersenyum sebelum datang memesan makanan dan minum, namun entahlah siapa yang diberikan senyuman indah itu. Duduknya pun indah terlihat tak ada lekukan badan yang malas atau sedang murung, senyumnya pun tetap merekah walau sinara matahari sore tepat berada dipunggungnya. Dia pun mulai menyantap makanannya, tidak menjadi perhatian bagi saya akan ...

Cerita Sama Sejarah

Cerita harusnya adalah sebuah rangkaian kalimat yang punya alur Adalah hasil pengalaman atau observasi singat beberapa kisah aksi dalam satu masa terkadang hanya imaji saja tak mesti fakta dan sebuah kebenaran terkadang pun dusta yang berlimpah atau caci maki idealis sang pemikir Lisan tulisan bentuk cerita berirama dan beralur terkadang semakin seru kisah yang menumpuk dibagi pun tidak sampul sejarah pantas untuk itu nampaknya sejarah saja yang kupilih ada waktu sua akan ku ceritakan semua dengan sejarah

Albert Nobbs "Lay Your Head Down"

Ini dia film karya aktris senior Glenn Close. Mengangkat tema Transgender, film yang dibintangi sendiri oleh Glenn Close sebagai tokoh utama Albert Nobbs, seorang Transgender yang bekerja sebagai pelayan di sebuah hotel di Irlandia. Mengambil setting Irlandia akhir abad 19 film ini sukses menyajikan alur cerita yang menarik. Walau hanya berada di level nominasi untuk make up, aktris utama terbaik dan aktris pendukung terbaik dalam Oscar 2012 yang lalu, tetap saja film ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari berbagai film festival lainnya. Film yang disutradarai oleh Robert Garcia ini ditulis berdasarkan sebuah cerpen berjudul "The Singular Life of Albert Nobbs" yang ditulis oleh George Moore. Film ini bertamabah sentuhan tangan langsung Glenn Close ketika original sound track film ini ditulis sendiri oleh Glenn Close dengan judul "Lay Your Head Down" yang diaransemen oleh Brian Byrne dan dinyanyikan oleh Sinead O'Connor dengan begitu indahnya. Diberi...