Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah tulisan dari kawan tentang tes bahasa inggris palsu, dan saya juga tergerak untuk menulis tentang hal yang sama. Menjadi catatan bahwa saya bukan orang yang latar belakang pendidikannya bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, namun sejak kecil saya dekat dengan ilmu bahasa. baik itu bahasa ibu kita bahasa Indonesia ataupun bahasa asing seperti bahasa Inggris. Saya bahkan harus jauh jauh ke Oregon State University untuk sekedar memperbaiki nilai TOEFL walaupun kemudian gak berubah juga (hhhheehee).Terus mencoba Menilik ke tulisan teman sebelumnya, soal tes bahasa inggris yang digunakan pemerintah sebagai syarat penerimaan cpns yang saat ini lagi heboh dimana mana. Masalah yang dijadikan topik bahasa dari tulisan teman saya adalah tentang tes bahasa inggris yang dijadikan persyaratan adalah tes yang palsu. Saya setuju dengan apa yang dikatakan teman itu dalam tulisannya bahwa, birokrat negara ini mungkin terlalu sibuk dengan urusan urusan yang lain. Yah saya gak kebayang saja sih ada sekian banyak jumlah PNS aktif di Indonesia yang kemudian membantu kinerja para atasannya, masa sih gak ada satupun yang bisa mengupdate atau menambah pengetahuan tentang seperti apa tes bahasa inggris yang asli dan dari mana asalnya serta seperti apa levelnya. Sayangnya, kalopun ada yang punya update informasi tentang tes bahasa inggris seperti TOEFL, TOEIC dan IELTS, apakah mereka diberikan kesempatan untuk memberi masukan atau bahkan tidak sama sekali dilibatkan dalam perumusan kebijakan. Beberapa waktu yang lalu saya sedang membuka sebuah group dagang online yang ada di satu situs jejaring sosial, dan apa yang saya temukan?saya mendapati iklan seseorang yang sedang mencari dimana bisa membeli sertifikat TOEFL? Setelah saya amati cukup lama respon dari iklan tersebut, saya mulai menemukan gelagat mencurigakan bahwa si empunya iklan tidak akan berniat untuk ikut Tes TOEFL melainkan ingin memilki sertifikat TOEFL tanpa harus mengikuti tes, bahkan respon respon dalam iklan tersebut juga mulai membahas soal pengaturan kesesuain harga dengan nilai tes yang dipesan. Hal diatas bukan kejadian yang aneh di negara ini, atau bahkan di dunia. Uang palsu, Sertifikat tanah palsu, barang barang palsu dan hal hal palsu lainnya yang diperdagangkan demi mendapatkan keuntungan. Masalahnya kita beli sertifikat palsu dengan uang asli hasil kerja keras kita selama ini. Sayang sekali bila kita hanya menghargai kemampuan bahasa inggris kita dengan selembar sertifikat palsu. Apa itu TOEFL? Seperti yang sudah kita tahu bersama TOEFL adalah tes kemampuan bahasa inggris yang diciptakan dan dikembangkan oleh Educational esting Service atau ETS yag berlokasi di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat. Lembaga yang berdiri dua tahun setelah kemerdekan Indonesia ini, memang konsen ke bidang pengembangan pendidikan internsional. TOEFL, TOEIC GRE, dan SAT adalah beberapa contoh tes yang dibuat oleh ETS dan telah digunakan oleh banyak institusi dan negara. Test of English as Foreign Language (TOEFL) adalah tes kemapuan berbahasa inggris yang dibuat oleh ETS untuk kepentingan akademik, dan biasanya menjadi salah satu syarat wajib bagi penerimaan mahasiswa baru di sebuah perguruan tinggi. Diatas saya menyebutkan beberapa jenis tes yang dibuat oleh ETS dan masing masing tes itu punya tujuan dan maksud yang berbeda. Jangan sampe salah tes yah… Seiring waktu berjalan TOEFL mengalami perkembangan (emangnya sosmed doang yang bisa gaya) nah TOEFL yang awalnya meggunakan kertas sebagai media tes (Paper Based Test-PBT) lantas merubah formatnya menggunakan media komputer (CBT-offline) dan saat ini TOEFL hadir dengan menggunakan media internet (iBT-Internet Based Test). Nah saat ini yang berlaku internasional dan diakui oleh ribuan universitas diluar negeri sana adala TOEFL iBT yang bisa kta kebali dengan harganya yang lumanyun 2,1juta rupiah (kalo dolar lagi adem yah…) dan skala nilai 0-120. Info dalam website ETS juga sangat jelas mengenai update info soal reformasi dalam tubuh TOEFL yang jelas TOEFL tetap pada tujuan awalnya yakni akademik. Nama TOEFL sendiri sebenarnya bukan nama umum yang bisa kemudian dipake oleh siapa saja, tanpa persetujuan dari ETS. Simbol huruf R dala lingkaran yang berada setelah nama TOEFL tentunya bukan ha yang tidak bermakna atau perbuatan iseng iseng ETS saja, mark R dalam lingkaran tersebut maksudnya adalah Registered Trademark, kalau mau lebih lanjut belajar tentang seperti apa Registered Trademark itu banyak lah artikel di mbah google yang bisa bantu kita lebih mengerti tentang apa itu. Jadi kesimpulannya apapun bentuknya, siapapun institusinya dan dalam format seperti apa, TOEFL tidak bisa digunakan sembarang walaupun kemudian ada keterangan yang menyatakan sesuatu yang berisi nama TOEFL tersebut tidak diakui dan didukung oleh ETS. Tetap saja itu dikategorikan sebuah pelanggaran, terlebih sesuatu itu dibuat untuk dikomersilkan. Ribet memang, namun begitulah hukum. Perbedaan kultur dan kepatuhan serta pengetahuan kita akan hukum memang menjadi hambatan hal tersebut diatas dapat dipahami. Salah seorang kawan saya bilang “TII lah !”,(TII: this is Indonesia). Untuk info saja, saat ini sudah ada bebrapa lembaga yag kena teguran dari ETS yang diwakili oleh pegacara ETS untuk Indonesia. Kalo sudah seperti itu kejadiannya baru pada sibuk ngurusin izin dan bla bla bla. Sesering apapun informasi dan kampanye yag dilakukan akan sulit juga berubahnya ketika kita tidak bisa mengakui kesalahan diri sendiri apalagi harus berdamai denga diri sendiri. Jadi silahkan memilih jalan masing masing, semoga ke depan Pemerintah kita bisa lebih sering mengupdate info soal hal hal semacam ini. Buat catatan, masih ada ratusan bahkan ribuan anak ank bangsa diluar negeri sana yag enggan pulang ke tanah air karena tahu kalau belum ada hal besar yang berubah di tanah air beta. Viva La Revolutia Semoga berkenan, silahkan dibaca, di-share atau dikomentari, seang bisa membuka ruang diskusi sehat dan membangun. Terima Kasih, Madakaripura Hamukti Moksa
Read More ...

0 comments

Sulit unuk memulai hal yang tidak biasa kita lakukan. Kemaren baru saja usia ini bertambah, semakin dekat dengan umur yang dipenghujung. Selalu mendamba perubahan hidup yang perlahan pasti akan mengikuti. InsyaAllah
Jalan ini panjang dan pasti saya lewati dengan salah dan benar, sebagai manusia yang tak kunjung sempurna hingga kembali ke asal. Apa yang henda k dicari selain kebahagiaan yang hakiki. Tak bisa dipersandingkan apalagi diperbandingkan dengan apapun yang bernilai materi.
Malam ini, malam ramadhan yang entah ke lima atau ke empat, semua sibuk dengan perdebatannya, semua sibuk dengan keegoisan masing masing untuk mengimaninya dan memamerkannya, seakan lebih unggul dari yang lain. Males ngkutin persoalan yang seperti itu sembari pesoalan yang lain tak pernah selesai diurusin.
Malam ini, ketidakmampuan untuk melakukan apapun dihari yang indah ini, seakan tidak termaafkan, namun yang pasti diri ini akan terus memohon ampun dan berbenah agar siap pada waktunya.
Yang pasti malam ini kebahagiaan akan menghampiri seseorang yang terkasih, yang bertambah umurnya, menambah kedewasaannya, menambah segalanya baik untuk dirinya maupun orang yang dikashinya.Amin. Kebaikan dan kesabaran semoga selalu melekat dalam jiwa itu, kesehatan dan cahaya semoga selalu melekat dalam ragamu. Syukuri nikmat yang engkau rasakan saat ini, ingat tak ada lagi yang patut kita pertanyakan akan jalan yang diberikanNya, jangan pernah lagi yah...
Selamat milad untukmu wahai yang terkasih, semangat dan senyuman semoga terus mencinta dengan tulus. Maaf tidak bisa memberi apapun untuk terciptanya hal hal roman yang bisa membuat pipimu sedikit memerah atau matamu sedikit membesar (emang udah besar yah matanya) hehehehe...bersabar dan tetap seperti itu wahai yang terkasih. Sedikit tulisan ini semoga menjadi pengingat bagi kita berdua bagaimana cita dan harapan yang senantiasa diusahakan. Amin.
Read More ...

0 comments

Bunyi bunyian pagi tidak ada yang berubah, shading matahari pagi menjadi sentuhan pertama yang menakjubkan, bersama kulit yang mulai menghangat hmmmmmm...its already morning and life begin. Apa yang berganti hari ini, hanya ada satu hal yangvselalu berubah tiap harinya, itu adalah kita, saya, anda atau manusia itu sendiri. Semua hal tetap sama seperti aktivitas kita menghirup O2 gratis dari udara plus bonusnya belaian angin mesra. Manusia memiliki durasi hidup yang sebentar, dan semua yang menyokongnya akan tetap kekal, tetap seperti pertama diciptakan. Beda halnya dengan manusia, atau wujud badaniahnya yang berupa daging dagingan yang melapis struktur kapur solid, detik demi menitnya, jam demi harinya, hari demi bulannya dan bulan demi tahunnya tubuh ini akan usang, renta rapuh bagai bambu hijau yangvterus menerus dipanasi yang saatnya akan lapuk menjadi santapan rayap. Kapan waktu itu akan datang, semua kita sedang mengantri, berbaris rapi di depan loket yang sama. In line please...sabar, perlahan namun pasti akan ada waktu untuk kita tiba tepat di depan loket dan disapa oleh sang penjaga. Apalagi yg lebih menarik dari menunggu, life is about waiting...banyak hal yg bisa ajarkan kita bagaimana menunggu, dan pastinya perlu upgrade kesabaran untuk bisa melakukannya. Teruntuk keluarga, saudara, sahabat dan putri serta istananya, adalah hal yang luar biasa berproses ditemani oleh kesabaran dari kaluan semua. Teriring doa dan pengharapan serta permohonan maaf serta permohonan menukar diri ini dengan kebahagian kalian semua adalah pencapaian yg tidak terkira dan tak dapat dinilai oleh apapun. Madakaripura Hamukti Moksa
Read More ...

0 comments

Simply shock simply brake
Suddenly heal, instant medicine
About self, mirror and reflection
Tears drop, and heart beat
About dance with dream, and you included
With no separation
A pure water isn't a holly water
Blood can replace it
Never expect to read
Never expect to know
And never expect to let it be
And even excuse or nothing to lose
As a beginning to Night Refrigerator Hunter
Read More ...

0 comments

Sudah lama tidak menuangkan cerita di tempat ini, hal hal menarik yang membuat hidup lebih berarti dari pada mengumpat, mencella atau bahkan caci dan makian. Banyak hal lain dalam hidup yang bisa kita bagi dengan siapapun tak berbatas jarak dan waktu.
Setelah kesibukan yang berada pada level akut dalam tiga bulan belakangan ini, akhirnya dua hari lalu saya bisa benar benar menikmati bagaimana beristirahat di kamar 4 kali 4 meter di bumi Tadulako. Jujur masih banyak pekerjaan yang nanti yang akan menyambut usai liburan singkat ini. Hal itu tidak membuat liburan sedikitpun berkurang nilainya.
Soal pekerjaan bukan hal yang menarik untuk ditinggalkan sebagai tulisan dalam blog ini. Ada satu kisah yang lebih menarik menurut saya tentang bagaimana penjabaran di paragraf pertama dalam tulisan ini. Ini soal janji dan upaya pemenuhannya yang sungguh luar biasa.
Janji makan siang, kira kira seperti itu judul janji yang diucapkan untuk dipenuhi, buat saya makan siang itu bukan soal pertukaran jasa antara satu sama lain, janji makan siang itu adalah lebih dari batas batas itu. Makanan yang dibuat oleh tangan sendiri dengan sekelumit perhitungan enak atau tidaknya hasil masakan untuk disajikan sebagai makan siang itu.
Yah niat mulia akan sangat biasa nilainya jika tidak didampingi dengan berbagai kesulitan atau soal soal yang menyusahkan, disinilah perjuangannya, pastinmya dengan tersenyum senyum sendiri apa yang kita niatkan akan kita kerjakan dengan senang hati. Sama halnya dengan janji makan siang kali ini, tidak perlu laporan jelas untuk mengetahui bagaimana ribet dan super sibuknya untuk persiapkan hidangan seporsi itu, jauh dilaur sana ada mata yang lain yang selalu memantau dan memp[erhatikan setiap gerak dan usaha kita.
Hujan dan gelap di langit makassar sejak pagi hingga berlanjut ringan malam hari, memaksa untuk bisa mencari apa yang kana disajikan sebagai janji itu. Tak peduli mungkin sakit akan mengikuti atau hal lain yang buat cemas selalu saja ada diujung mata dan pikiran.
Keesokan harinya pagi juga hadir dengan malu malu diiringi awan padat gelap hujan pun turun dengan tanpa ampun, janji itu tetap hadir dengan doa pada pemilik hujan agar menghentikan hujannya sekejap saja. Hadirlah makan siang itu didepan mata, dua kota plastik dengan ukuran yang berbeda datang dengan mentari membawakannya dihadapan. Enak dan lezat itu rasa bagaimana nikmat makan siang itu lengkap dengan menu pencuci mulutnya yang baru kali ini dirasakan oleh lidah kampung.
Canda dan tawa jadi menu penutup sore yang mulai dirundung awan gelap. Langit tidak mencerminkan apa yang terjadi di lorong sore itu, semuanya berbeda sungguh sebuah bahagia yang tiada tara. Terima kasih atas makan siang dan hujan, Terima kasih pada janji dan pemenuhannya.
Read More ...

0 comments

Tidak ada yang sanggup memastikan kapan turunnya hujan, dimana tetes tetes airnya akan jatuh, seberapa deras hujan akan turun, atau seberapa gelap langit saat kita beratapkan langit nanti. Adakah yang menghafal tapak kakinya, seberapa jauh yang pernah kita langkahkan, untuk apa dan hendak kemana kita masa itu, adakah yang mengingat bagaimana betuk kerikil bahkan batu batu di jalan yang tidak sepenuhnya aspal hitam atau genangan air yang ukurannya tidak tentu. sejauh mana masa itu kita memandang, melihat menerobos satu persatu warna cahaya, atau kita hanya menutup mata atau membelalak kosong tanpa konsentrasi, menyerap sebanyak banyaknya cahaya hanya sekedar untuk membuat mata terbuka agar dikiranya hidup dan belum mati. Pastinya jenuh yang mengantar pada hal yang baru, pastinya bosan mengantar ke langit yang lebih biru, pastinya lelah berteman dengan kelam tumpukan awan hitam yang menggantung di langit. Berpaling dan mengelak, berharap hujan tak membawa basah, atau terik membawa kering dan dahaga.
Read More ...

0 comments

Lanjut lanjut...mari menuliskan cerita dan kisah menarik dalam hidup, jika ada sedikit aspal yang menggunduk dan membuatmu hampir terjatuh, jagna khawatir karena tidak akan emmbuatmu berakhir.
Setelah berdiskusi panjang soal ide cerita yang akan menjadi dasar film mereka, materi pertama pun selesai , ditutup dengan diskusi kelompok untuk merumuskan beberapa kalimat sebagai main outline setiap segment dari film mereka.
Acara pun dilanjutkan dengan santap siang, dan kami harus bersama berjalan kaki menuju rumah Pak Arif yang sebenarnya menjadi markas pelatihan tersebut. Hehehehehe...tak apalah hitung hitung bakar kalori lebih banyak sebelum memasukkan kalori baru. (serius..gak dua kali deh kayak gitu mas bro sasli dan mba sist muthia)
oh iya saya lupa memperkenalkann para prajurit yang hadir dan mengikuti kegiatan ini, baik saya akan memperkenalkan dari yang paling senior, Alwi Fauzy beliau adalah abang saya angkatan 95 ilmu komunikasi Unhas, saat ini berprofesi sebagai Jurnalis untuk Trans 7 biro makassar, saya sendiri tidap perlu penjelasan panjang lebar "siapalah saya ini", selanjutnya di formasi ini ada Sasli, ini dia salah satu pejabatnya MAP untuk Makassar, hingga saat ini saya tidak tahu siapa nama lengkap beliau, lanjut ada Roli yang paling pakar dalam hal potong memotong tapi bukan tukang jagal yah, dia spesialisasi memotong gambar saja, heheheh...status mahasiswa yang hampir diselesaikan, semangat cappo, yang paling bontot tapi paling gede badannya dan paling besar suaranya, dialah muthia, sama juga ini salah satu pejabat di MAP Makassar, sayang saya tidak tahu nama lengkapnya, anak kehutanan 2008 yang doyan makan mangga dan ngumpulin mangga orang orang sekampung, ntahlah buat dimakan sendiri apa dijaulin lagi(peace muthia), demikian formasi kami selama dua hari di desa Pitusunggu, Kabupaten Pangkep.
Lanjut ke cerita makan siang, semua dengan lahap dan setengah mengantuk melahap menu yang disiapkan tuan rumah, yang pastinya ibu rahma istri pak arif, maknyos lah masakannya, apalagi bumbu kacangnya itu loh bu, super pedas...hehehhe...Usai bersantap acara kongkow kongkow pun digelar di teras atas khas rumah panggung dengan ditemani backsound sayup sayup musik elektone tetangga.
Materi selanjutnya adalah materi pengenalan kamera dan pengambilan gambar, giliran kanda Alwi Fauzy yang memaparkan penjelasannya kepada para peserta, dengan sesekali langsung mempraktekkan penjelasannya ibu ibu peserta nampak antusias mengikuti materi ini. Walaupun demikian kesulitan buat ibu ibu peserta ini dalam mempelajari kamera adalah istilah asing dalam bahasa inggris yang banyak digunakan dalam teknik kamera, tetap semangat ibu ibu peserta!!!
Dari viewfinder hingga frog eye selesai dilahap ibu ibu dalam waktu kurang dari dua jam. Acara pelatihan ini kemudian dilanjutkan dengan berbincang soal ide cerita yang di materi awal pelatihan tadi. Setelah berbincang dan menulis beberapa hal penting terkait apa yang akan dijadikan cerita untuk besok, kami pun melanjutkan pelatihan dengan melakukan observasi visual di sekeliling kampung, sambil mengambil beberapa gambar dan mempraktekkan apa yang telah disajikan dalam materi tadi.
Tak terasa hari mulai senja, langitpun mulai memerah sedikit kuning terlihat di sudut sudut langit desa pitunsunggu, suara sayup sayup eletone yang jadi backsound tadi siang berganti dengan suara shalawat dari pengeras suara masjid. Akrivitas editing kami terhenti sejenak dilanjutkan setelah mandi dan sholat maghrib.
Setelah beres beres dan makan malam, acarapun dilanjutkan dengan memotong motong gambar hasil shooting sorenya. Dengan sedikit bingung dan termangap mangap ibu ini berusaha mengikuti arahan yang kami lakukan sembari mengedit gambar inbu ibu tadi. Yah benar saja apa yang dikatakan kawan yang sebelumnya menjadi fasilitator kegiatan ini kalau hal tersulit yang akan mereka alami adalah beradaptasi dengan program editing.
Gadget apapun itu didesain sedimikian rupa seperti penjelasan di mata pelajaran fisika zaman ssmp dulu bahwa pesawat dibuat untuk mempermudah kerja mekanik manusia, namun bagaimanapun juga butuh kebiasaan untuk menggunakannya.
Setelah lebih kurang dua jam hasil hasil gambar ibu peserta yang sore tadi selesai diedit dan mereka bisa menontonnya dengan kemasan seadanya, maklum saja ini sekedar pra kondisi untuk hari berikutnya. Pelatihan hari pertama selesai, disudut lain rumah beralaskan karpet seadanya terlihat kanda alwi yang sudah terkapar, maklum hari pertama tadi beliau berpuasa. Pesrta pulang ke rumah pak arif untuk bermalam di sana, pemateri dan fasilitator kegiatan bermalam di rumah tempat pelatihan.
Pelatihan Hari Kedua
Belum kuning benar matahari menyapa subuh itu, geliat rumah tempat kami bermalam mulai terasa, bunyi bunyi pintu kamar mandi yang didorong, bunyi kompor yang mulai dinyalakan memasak air panas.
Satu persatu kami pun bangun dengan sisa sisa kantuk. Sembari mengumpulkan nyawa, mata yang masih sedikit rabun, cahaya awal matahari mulai masuk ke sela sela jendela yang sedikit tersibak tirainya.
Harum kopi hitam mulai tercium, benar saja sang tuan rumah telah menyiapkan kopi panas dan teh panas di teras rumah. Selesai sholat perhatianku langsung tertuju pada harum dan pesona kopi di teras tadi. Sambil ditemani sebatang kopi dan cerita cerita pagi membahas hal kemarin. Banyak petuah hidup yang dibagi kanda Alwi dalam perbincangan pagi itu sampai sampai tidak ada satu pun dari kami yang berniat mandi sebelum sarapan dan memulai aktivitas hari itu.
Sarapan sudah menunggu di rumah pak Arif, kami pun bergegas mengepak barang barang bawaan kami dan berpindah ke rumah Pak Arif, ini hari terakhir dan semua aktivitas dilakukan diluar, lagi pula pesta di samping rumah telah selesai jadi tidak ada lagi bising bising musik khas elektone.
Semua peserta telah siap dengan shotlist dan agenda shooting hari itu, jadi tidak perlu berpusing pusing lagi mengatur para peserta harus melakukan apa dan dimana. Semua telah beres dan siap dieksekusi. Kelompok yang dibagi dua telah membagi lokasi shootingnya dengan baik jadi tidak ada tabrakan lokasi shooting nantinya.
Ada yang mengangkat cerita soal pembuatan pupuk kompos dan ada yang mengangkat cerita dari pengalaman seorang peserta yang bertukar sayur dengan pagandeng di kampungnya. Lumayan menarik lah ide ide cerita mereka, kami hanya sebatas mengarahkan dan mengatur plot cerita agar lebih dinamis dan menarik untuk ditonton.
Setelah hampir 4 jam shooting, tiba waktu makan siang, semua peserta kembali ke basecamp rumah pak Arif untuk makan siang. Sambil makan siang para peserta menceritakan pengalaman dan kesulitan mereka pada saat shooting. Karena stok shoot yang masih kurang, usai makan siang peserta kembali melengkapi gambar mereka.
Hampir jam 3 sore, para peserta akhirnya selesai mengambil gambar dan dilanjutkan dengan proses editing. Karena target waktu mulai agak molor, kerja tim pun dibuat semakin cepat, saya dan roli kebagian tugas ngedit gambar peserta hingga selesai, jadi kami harus putar otak untuk membuat film ini selesai secepatnya, paling tidak sebelum maghrib. benar benar terburu buru kerja editing yang saya lakukan, berasa ngedit berita zaman VJ dulu di Manado, berburu deadline.
Tak terasa malampun mulai menampakkan wujudnya, sewaktu dengan berakhirnya proses editing, semuanya menonton film yang mereka buat dan kami pun siap untuk pulang ke Makassar.
Banyak pelajaran yang bisa saya ambil selama pelatihan ini, bercengkerama dengan ibu ibu peserta menjadi hal baru apalagi dengan memberikan ilmu yang sedikit saya tahu ke mereka, menjadikan hal ini sangat menarik. Sedari awal saya berniat untuk tetap mengawal dan terlibat dalam pelatihan ini, agar masyarakat bisa juga menjadi aktor dan penentu apa yang ingin mereka sampaikan ke khalayak, bukan semata hanya sekedar objek yang tertimpa informasi yang saat ini semakin menggila.
Read More ...

0 comments

Semakin banyak saja aktivitas dan kesempatan untuk berbagi ilmu bersama dengan orang orang baru yang tidak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya. Kegiatan sosial yang didukung oleh lembaga asing yang concern terhadap masalah lingkungan khususnya pesisir.
Salah seorang kawan yang sebelumnya pernah menjadi bagian kegiatan tersebut, mengajak saya untuk ikut berbagi ilmu dalam kegiatan tersebut. Uniknya adalah, jika tiap hari saya bertemu dan berbagi ilmu dengan mahasiswa mahasiswi, kali ini saya harus berbagi ilmu dengan ibu ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan pesisir.
Participatory Video menjadi pilihan workshop yang diselenggarakan oleh lembaga bernama Mangrove Action Project (MAP) bekerja sama dengan CIDA (Canadian International Development Agency) dengan maksud untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir untuk memperlihatkan kepada khalayak akan kerja dan aktivitas masyarakat pesisir dengan sudut pandang subjektif mereka sebagai pelaku. Hampir semua peserta Workshop Participatory video ini adalah para peserta sekolah lapang yang merupakan program pemberdayaan masyarakat pesisir oleh MAP.
Saya tidak pernah mengira semangat belajar masyarakat yang kebanyakan ibu ibu ini sangat luar biasa. Mereka menerima dengan baik ilmu yang diberikan baik itu dalam ranah teori hingga praktis. Walaupun sedikit kesulitan dalam menerima hal baru seperti participatory video ini, mereka tetap antusias dalam mengikuti workshop ini hingga akhir. Saya pun belajar banyak hal dari masyarakat tentang kepedulian terhadap lingkungan khususnya daerah pesisir.
Workshop Day 1
Bersama fasilitator MAP dari makassar kami berangkat pukul 07.00 pagi dari markas MAP di sekitaran panakukang, menumpang mobil yang telah disiapkan kami menuju Desa Pitusunggu, Kabupaten Pangkep. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam kami tiba di Desa Pitusunggu, Kabupaten Pangkep sekitar pukul 09.00. Saya bukan pengingat yang baik apalagi saol lokasi, hafalan saya tentang wilayah di satu kota sangat terbatas walaupun mungkin say atelah melaluinya hingga berkali kali. Setelah memperhatikan letak lokasi desa ini saya menyimpulkan kalau saya belumpernah datang ke sini sebelumnya.
Desa kecil yang dikelilingi ladang sawah serta kebu masyarakat yang tidak begitu lebat menyambut kedatangan kami di tempat itu, mungkin hanya ada satu patokan yang bisa saya jadikan kunci jika satu saat saya akan kembali menengok desa ini, adalah sebuah masjid yang kiri kanannya ditemani sawah.
Kami tiba di rumah seorang warga yang menjadi tuan rumah workshop ini, dan disambut dengan hangat. Yah...saya harus jujur ini berasa KKN lima tahun yang lalu, senyum khas masyarakat desa menyambut tamunya menjadi sarapan pagi yang lebih dari cukup. Setelah saling sapa dan bercerita seputar hal hal selama di perjalanan, kami pun disilahkan untuk naik ke rumah panggung yang cukup besar itu. Pak Arif adalah tuan rumah kami hari ini, salah seorang tokoh di desa ini yang sukses dijuluki "orang gila" karena kenekatannya mempraktekkan sawah air asin untuk pertma kalinya di desa ini. Beliau adalah sosok sukses petani yang menerima hal hal baru tentang teknologi pangan.
Sebelumnya para fasilitator sudah melakukan persiapan dengan mengunjungi rumah pak Arif yang representatif sebagai tuan rumah workshop, masalah yang datang kemudian adalah persis di sebalah rumah pak Arif sedang ada hajatan pernikahan khas kampung yang mengundang kelompok elektone dan penyanyi seksinya a.k.a ca'doleng doleng. Panita pun dipaksa harus berpikir dan mencari jalan untuk mencari tempat baru untuk menagdakan workshop ini, apalagi para peserta yang datang dari kabupaten tetangga Barru, juga telah datang sedari pagi.
Kebisingan elekton membuat buyar semua peserta termasuk pemateri serta fasilitator yang sedang menikmati sarapan paginya. Seorang fasilitator kemudian datang memberi kabar bahagia bahwa pelatihan dua hari ini akan dipindah ke rumah slaah seorang peserta yang jaraknya lumayan dari pusat kebisingan. Setelah menghabiskan minuman hangat dan kue kue yang disajikan kami pun bergerak menuju lokasi pelatihan yang baru.
Sebelum masuk ke ruangan untuk mendengarkan materi tentang Participatory Video, kami dan peserta terlebih dahulu melakukan Ice Breaking dengan melakukan perkenalan di halamn rumah yang dijadikan tempat pelatihan, format ice breaking yang menarik dari kanda Alwi Fauzi (salah seorang pemateri) membuat para peserta tidak tegang dan cepat membaur dengan para pemateri dan fasilitator yang datang.
Setelah mempersiapkan segala sesuatunya di tempat yang baru, materi pun dimulai, saya di daulat untuk memberikan materi yang pertama tentang penulisan naskah atau seknario dalam pelatihan participatory video hari itu. Malam malam sebelumnya saya sudah mencoba membongkar beberapa ebook yang bahasannya ssoal participatory video, dan tak ada satu pun yang merekomendasikan saya membuat skenario dalam model PV (participatory video), hampir semua literatur yang saya sempat baca menyarankan untuk membuat outline ide dalam PV. So, dalam membawakan materi untuk ibu ibu peserta ini saya tidak akan mengajarkan membuat skenario layaknya film fiksi, saya kembali memformulasikan model skenario atau naskah yang bisa dilakukan untuk PV.
materi dimulai jam 11.00 siang dan akan membahas soal menguak, menyampaikan serta coba membuat outline sederhana dari sebuah cerita yang menarik. Ternayata benar saja walaupun ada titipan propaganda yang harus dilakukan, menurut saya sedikit lebih ideal jika saya membiarkan ide cerita yang kebanyakan dari pengalaman pengalaman ibu ibu peserta ini untuk menjadi dasar videonya.
Setelah melalui diskusi dan tanya jawab dengan para peserta hari itu, akhirnya para peserta yang dibagi ke dalam dua kelompok tadi telah menemukan ide yang akan mereka angkat ke dalam bentuk VP. ide yang pertama adalah kisah seorang ibu yang terlibat aktivitas barter dengan seorang pagandeng a.k.a penjual keliling bersepeda dan ide yang satunya lagi adalah tentang kotoran sapi yang dijadikan pupuk kandang a.k.a kompos.
ide ide yang sederhana, walaupun demikian tidak menjadikan ide ide mereka ini sebagai sesuatu yang biasa, kita akan sama sama sulap menjadi sajian visual yang menarik.
***bersambung***
Read More ...

0 comments

Bukankah telah dijanjikan oleh langit yang merah
pulang membawa hujan
dengan dingin serta sejuknya angin yang menampar nampar pipi
kulit mulai mendingin
pikiran terbawa jauh
melihati jalan yang tadi mungkin dilaluinya
dilalui oleh hujan bersamamu
merah langit tepat dibawah pondokku
berharap malam ini mimpi akan membuat merah pipi
hujan semalam begitu ceritanya
kembali lah kapanpun kau mau
selalu terdengar indah gemuruhmu
selalu elok lukisan langitmu
Read More ...

0 comments

Jika jiwa bisa berdoa semaunya
tiap waktu dan tiap saat kepada penciptaNya
jika tangis adalah bentuk pengaduan
jika senandung adalah bentuk kerinduan
Bahagiamu adalah keniscayaan
jika materi tak bernilai apa apa lagi
jika esensi hidup telah kita kecup
maka semua raga pun pergi tak bernilai lagi
Tubuh adalah titipan untuk dinyanyikan
mendayu dayu suara puitisnya terlantu merdu
dia untuk memujamu
melangkah sepanjang jalanmu
mengingat, membayangkan apa yang matamu saksikan
kulitmu rasakan,telingamu dengarkan
biarkan sejiwa menjadi surga
biarkan seraga berjalan
menemuimu suatu hari dan berujar kalimat merdu
aku cinta kepadamu
Read More ...

0 comments

How happy is the blameless vestal's lot! The world forgetting, by the world forgot.
Eternal sunshine of the spotless mind! Each pray'r accepted, and each wish resign'd. by Alexander Pope
"Blessed are the forgetful: for they get the better even of their blunders." ESOTSM
"Constantly talking isn't necessarily communicating" ESOTSM
Read More ...

0 comments

"There are those who say fate is something beyond our command. That destiny is not our own, but I know better. Our fate lives within us, you only have to be brave enough to see it." Princess Merida
Kadang lingkungan tidak sepantasnya disalahkan dalam hal membentuk kepribadiaan, sikap dan jalan hidup yang kita pilih. Dibekali akal dan perasaan adalah hal yang padu untuk kita bisa menentukan sendiri arah hidup yang akan kita jalani, menanggung akibat dan merasakan pahit manisnya.
Orang lain dan lingkungan kita adalah pelengkap akan jalan yang kita pilih, bahkan lebih dari itu mereka terkadang menjadi malaikat penolong bagi kita mungkin juga jadi layaknya iblis bertanduk yang siap membawa kita turun ke inti bumi.
Berani, inilah judul yang dipilih Pixar Animation untuk film bergenre adventure fantasy barunya. Memilih cerita dari daratan Skotlandia Brave hadir dengan cerita yang sungguh biasa biasa saja, namun berhasil divisualisasikan dengan menarik.
Adalah kisah seorang puteri kerajaan yang menolak untuk menerima, bahwa sebagai anak tertua dari sebuah kerajaan puteri Merida akan dijodohkan dengan salah satu pangeran dari tiga klan lainnya. Keputusan akan siapa yang menikahi Puteri Merida adalah dengan sebuah pertarungan. Karena tak sepakat dengan jalan seperti itu, Puteri Merida kemudian memilih pertarungan memanah.
Pertarungan pun dimulai hingga tiba pada kontestan terakhir, sang pangeran berhasil memanah dengan tepat. Tak tinggal diam Puteri Merida juga ikut dalam pertarungan itu mewakili keturunan pertama dari kerajaan ayahnya. Queen Elinor ibu Puteri Merida geram melihat tingkah puterinya yang ikut dalam pertarungan panahan itu. Sang ratu pun murka dan memarahi Merida. Merida yang bersedih akan sikap ibunya itu lalu pergi ke hutan dan berjumpa dengan seorang penyihir.
Merida kemudian meminta sang penyihir untuk membuatkan satu mantra untuk merubah sikap ibunya. Alih alih ingin merubah sikap ibunya yang memaksakan tradisi itu kepada Merida, sang ibu malah berubah wujud menjadi seekor beruang. Panik akan kejadian itu, Merida kemudian membawa ibunya keluar istana untuk bertemu sang penyihir, dan kekecewaanpun melanda Merida dan ibunya yang mendapati sang penyihir telah lenyap. Bahkan celakanya sang puteri harus bisa menghafal sebuah kalimat mantra, jika tidak ingin ibunya selamanya menjadi seekor beruang.
Kebersamaan Puteri Merida dan ibunya Ratu Ellinor yang berubah jadi beruang membuat mereka melalui waktu demi waktu dengan sangat dekat, banyak hal yang kemudian memberikan pelajaran kepada sang ibu. Tak terasa waktupun berlalu dengan cepat, Merida harus segera mengambil permadani dan membacakan mantera itu kepada ibunya agar tidak selamanya menjadi seekor beruang. Hingga pada saat terkahir batas mantera itu, akhirnya sang ibu kembali menjadi manusia.
Banyaklah konflik menarik dalam film animasi berdurasi 93 menit ini. Pengisi suara tokoh tokoh dalam film animasi ini pun tak kalah mentereng, sebut saja Emma Thompson aktris senior pemenang dua oscar dan Kelly Mcdonald pemeran Helena" The Gray Lady" dalam Harry Potter.
Overall menilik data dari, situs film IMDB, film ini dihadiahi ratting 7,4. Buat saya cukuplah untuk merekomendasikannya untuk dinonton bersama keluarga.
Read More ...

0 comments

There are so many mistakes I've had, million of hurting jokes
hundred sentences I've made, flowing out of the box of hope
pieces thought that I've used to have
a book of plan I've through with hundred trouble
a thousand miles I've walked, memorable
every place with different circumstances
blissful and distressed
laughing and crying
you just lost your power down
our castle need to build
inside hope to pursue happiness
is this our castle?
yes, sure
you just lost your power down and unconscious
Read More ...

0 comments

Ted

Saya tidak tahu pasti jika film arahan Seth MacFarlan ini adalah film bergenre komedi fantasi pertama yang diperankan oleh aktor laga Mark Wahlberg, jarang saja saya menonton film yang dibintangi Mark Wahlberg dengan genre seperti Ted. Kita lebih mengenal Mark Wahlberg untuk film seperti Max Payne, Shooter, atau The Italian Job.
Ditemani aktris cantik asal Ukraina, Mila Kunis, Mark Wahlberg yang berperan sebagai John Benneth diceritakan sebagai seorang pria yang berteman dengan seorang boneka beruang yang hidup dan bisa berbicara bahkan bertingkah seperti manusia. Ted nama beruang itu diisi suaranya langsung oleh sang sutradara Seth McFarlane.
Film komedi dewasa yang berdurasi 106 menit ini, diisi dengan konflik antara John Benneth (Mark Wahlberg) dan Lorri Collins (Mila Kunis) yang telah berpacaran selama empat tahun dan Lorri menginginkan John lebih dewasa dengan meninggalkan Ted si boneka beruangnya yang telah menemani John sejak kecil.
John yang tidak tega meninggalkan Ted untuk hidup sendiri, sering mengabaikan perasaan dan keinginan Lori, hingga timbul konflik dalam cerita ini. Di akhir film ini diceritakan Ted diculik oleh satu keluarga yang sangat terobsesi dengan eksistensi Ted. John yang mengetahui Ted diculik, kemudian melakukan pencarian bersama Lori dan dalam proses pencarian Ted akhirnya harus terbelah dua dan kembali menjadi boneka biasa.
Hingga pada malam Ted kembali menjadi boneka, John sangat sedih dengan kepergiaan Ted, melihat hal itu Lori pun melakukan permohonan yang sama seperti ketika John kecil me ngucapkan permohonan pada malam natal agar Ted dapat hidup dan menjadi temannya. Ted pun kembali hidup dan akhirnya mereka hidup bertiga dalam sebuah satu keluarga.
Overall film ini cukup menghibur, alurnya yang sederhana membuat film ini juga tidak sulit untuk diikuti. Adu akting aktor sekelas Mark Wahlberg dan Mila Kunis cukuplah menjadi jaminan film komedi produksi Universal Pictures ini.
Read More ...

0 comments

Saat itu hanya tiga kata yang kemudian mempertemukan pembicaraan, lewat gerak jari jemari yang perlahan kaku tak sanggup berbicara.
Adalah harapan yang terungkap dalam kalimat itu, for better future. Menemukan orang yang benar dalam hidup di mata Tuhan yang telah menggariskan jalan yang penuh cemooh dan kesombongan bergantian.
Tangis untuk menguatkanmu, ketegaran adalah motivasi baru, kebahagiaan adalah milik bersama yang dibagi dengan tawa atau hanya sekedar senyuman, ingatkah?
Mengejar impian di tanah peradaban yang berbeda, kembali beserta tangis, pelukan terkasih pun datang tak henti, menyeka setiap kepedihanmu. Melihat dengan kedua mata ini dirimu berlalu.
Terus ada walau tangis dan tawa datang, bahkan hujan dan panas pun tak bisa menolak.
Read More ...

0 comments

Selain di film The Terminal yang diperankan oleh Tom Hanks, kalimat peringatan diatas pernah saya baca pada saat mengantri di kantor homeland security, di San Francisco AirPort pada saat menuju negara bagian Oregon.
Kali ini hal yang sama kembali datang sebagai ujian yang sangat berat untuk tidak jadi sekedar konsep akan masa depan tai sebuah perjuangan untuk mewujudkan.
Peringatan datang agar pikiran dan tindakan dapat sejalan. Menahan diri bukanlah hal yang sulit. Menepuk nyamuk yang menghisap darah kita, adalah sebuah pilihan untuk mengakhiri sakit yang kita rasakan, bahkan dengan mengorbankan nyawa makhluk kecil itu.
Mungkin bukan contoh atau perumpamaan yang tepat tapi paling tidak bukti pengendalian diri, perasaan dan perilaku bisa tercermin disana.
Life is about waiting, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya bukan menunggu akan apa yang telah diputar di masa lalu. Masing masing akan dapat jatah, bagaimana dua sisi hidup yang sangat berbeda, dibuat agar kita belajar membandingkan dan tahu bagaimana harus bersikap.
"Take your step back but don't too far, make sure that you just need one high jump to finish".
Read More ...

0 comments

"How happy is the blameless vestal's lot?the world forgetting,by the world forgot.Eternal Sunshine of the spotless mind, Each pray'r accepted, and each wish resigned". Alexander Pope
Maaf kalo film ini sudah terlalu lama untuk dijadikan sebuah tulisan atau ulasan dalam blog ini. Pastinya, film ini patut untuk dinonton bagi siapa saja yang sedang merasakan hal yang sama atau dalam kasus yang berbeda sekalipun. Menghapus ingatan dalam kepala kita bisa jadi pilihan yang sangat menggoda, walaupun kemudian akan banyak hal yang menjadi dampaknya.
Apapun namanya, aktivitas kita berinteraksi dengan orang lain adalah pengalaman yang sangat berharga sebagai makhluk sosial yang kadang asosial. Waktu adalah hal yang menjadi dominan dalam peran keberlangsungan kemampuan memory otak kita untuk mengingat sesuatu hal. Banyak lah kalimat kalimat bijak yang mengarahkan kita untuk yakin bahwa waktu akan bisa menghapus sesuatu tak peduli itu baik atau buruk, itu senang atau bahagia, itu pahit atau manis.
Pengantar diatas bisa dijadikan refleksi awal bayangan kita dalam film garapan Michael Gondry ini. Memposisikan diri kita masuk ke dalam film ini sama rasanya seperti kelelep gak tau berenang bahasa sekarang berenang gaya batu. Jangan pernah kehilangan fokus dalam menonton film ini, anda bisa saja kehilangan alur cerita yang dibuat sangat-sangat complicated ala-ala Quentin Tarantino.
Eternal Sunshie of The Spotless Mind menjadi pilihan untuk judul film ini, diambil dari puisi berjudul "Eloisa to Abelard" by Alexander Pope; "How happy is the blameless vestal's lot?the world forgetting,by the world forgot.Eternal Sunshine of the spotless mind, Each pray'r accepted, and each wish resigned".
Film ini berkisah tentang pertemuan Joel Barish yang diperankan oleh Jim Carrey dan Clementine Kruczynski yang diperankan oleh Kate Winslet dan membangun sebuah hubungan yang serius, keduanya merasakan kenyamanan hingga suatu saat mereka dihadapkan dengan persoalan sederhana yang membuat mereka bertengkar dan berpisah. Clamentine memutuskan untuk mendatangi sebuah klinik yang bisa menghapus memori atau ingatan akan sesuatu hal, dalam hal ini Clamentine ingin menghapus semua ingatannya tentang Joel Barish.
Joel yang menyadari hal tersebut tidak bisa terima akan yang dilakukan Clamentine, akhirnya Joel juga melakukan hal yang sama dengan dirinya. Film berdurasi 108 menit ini menampilkan banyak scene scene yang tidak biasa dengan alur yang sangat rumit, ditambah lagi dengan proses penghapusan ingatan yang divisualisasikan.
Dalam proses penghappusan ingatan yang dilakukan Joel Barish, Joel malah resisten terhadap program yang dilakukan kepadanya, dalam proses penghapusan itu Joel malah berusaha untuk tetap mempertahankan Clamentine untuk tetap bersamanya, hingga diujung proses penghapusan ingatan itu. Scene awal film ini sebenarnya mengantar kita pada akhir film ini dimana Joel dan Clamentine akhirnya tetap bertemu dan bersama.
Apa yang kita alami bukanlah konsep yang ada di kepala kita melainkan garis yang harus terus dijalani, mengaturnya dengan konsep yang ada di kepala kita bukan menghindarkan dari hal hal yang sudah digariskan untuk kita lewati tapi hanya sedikit penguatan untuk kita bisa tetap berdiri dan punya sedikit harapan atau bahkan harapan yang lebih besar dalam proses kita menunggu untuk melihat akhri dari segalanya.
Read More ...

0 comments

"finding the lights means you must pass through the deepest darkness"
Ini pertama kalinya saya mereview film drama bertemakan cinta, yang memenangkan beberapa penghargaan Teen Choice Award. Mungkin akan terdengar sedikit aneh yah, tapi bagaimanapun juga pesona seorang Zac Efron dalam film percintaan tetap saja jadi daya tarik sendiri bagi penggemar remaja hingga dewasa.
Dalam film ini, Zac Efron (Logan) memerankan seorang marinir yang baru saja kembali dari perang di Irak dan lawan mainnya Taylor Schiling memerankan Beth. Film ini meneceritakan keberuntungan seorang marinir bernama Logan yang lolos dari maut berulang kali sejak dia menemukan sebuah foto di medan perang, foto seorang perempuan yang tidak pernah dikenalnya. Logan yang terus berusaha mencari dengan menggunakan semua petunjuk yang terdapat dalam foto itu. Akhirnya logan memutuskan untuk berjalan kaki untuk mencari perempuan di dalam foto itu.
Sesampainya di sebuah kota bersama anjing peliharaannya, Logan dengan tidak sengaja masuk ke dalam sebuah rumah yang menyediakan jasa pemeliharaan anjing, dan bertemulah Logan dengan perempuan dalam foto tersebut yang ternyata adalah pemilik rumah sekaligus sekolah untuk anjing. Tak disangka Beth, perempuan dalam foto itu adalah seorang ibu dengan satu orang anak yang telah bercerai dari suaminya. Logan yang tidak sanggup memilih kata untuk menyatakan niatannya datang menemui Beth akhirnya malah bekerja di sekolah khusus pelatihan anjing milik Beth itu sebagai seorang pembersih kandang.
Kehadiran Logan di tempat itu menimbulkan banyak kecurigaan dari mantan suami Beth. Logan yang kemudian memiliki rasa kepada Beth akhirnya terlibat dalam konflik keluarga itu. Beth yang telah lama sendiri juga tertarik dengan sosok Logan yang sangat dekat dengan anak laki laki Beth. Sampai akhirnya Beth tahu maksud kedatangan Logan ke tempat itu adalah ingin mencari Beth berdasarkan foto yang ditemukan Logan di medan perang. Beth sempat marah dan tidak percaya hingga Logan menjelaskan semua kronologis hingga dia berada di tempat itu.
Di akhir film ini sang sutradara Scot Hicks yang juga menjadi pengarah untuk film drama keluarga sebelumnya No Reservation, mencipta adegan yang bisa dibilang cukup klasik, dengan harus melenyapkan tokoh antagonist dalam film ini, jujur saya kecewa kenapa se-simple itu ending film ini, dipilih oleh Scot Hicks. Memberikan ending yang bahagia mungkin jadi tuntutan agar film ini mudah dimengerti dan menyeragamkan ekspektasi semua penontonnya.
FIlm berdurasi 101 menit ini menyajikan banyak konflik sederhana yang disajikan dengan cinema yang cukup baik. Overall film ini bisa dibilang bolehlah untuk ditonton apalagi bagi anda penggemar dan penggila sosok Zack Efron.
Read More ...

0 comments

Apakah anda pernah melihat atau mungkin bergaul dengan para anak terlantar di jalanan atau panti asuhan?atau hanya sekedar melihat mereka meminta minta di jalanan dengan memasang sedimikian rupa wajah memelas kasih mereka. Ya...fenomena anak yang diterlantarkan oleh orang tua mereka, dapat dengan mudah kita temui di jalanan kota kota besar di Indonesia. Ironisnya Negara ini telah memberikan jaminan kepada anak anak kurang beruntung ini untuk dipelihara oleh negara, in fact, masih banyak saja mereka yang tidak dapat penghidupan yang layak.
Kisah pilu anak terlantar di Indonesia sebagai pengantar di atas tidak ada hubungannya sama sekali dengan film arahan Dardene Brothers berjudul The Kid With A Bike. Hanya satu kesamaannya yakni terletak pada eksplorasi tema sederhana tentang kisah seorang anak terlantar. Film yang ditulis dan diarahkan langsung oleh dua kakak beradik Jean Pierre Dardene dan Luc Dardene ini dikemas dengan sangat sederhana dalam sebuah film dengan genre drama. Film yang menyabet gelar the best film dalam Festival Film Cannes ini menyajikan gambar yang sederhana dan mudah untuk dimengerti, dialognya pun sangat natural. Adu akting antara Thomas Dorek sebagai Cyrill dan C├ęcile De France sebagai Samantha, bisa dibilang kelas jempolan.
The Kid With A Bike berkisah tentang Cyrill (Thomas Dorek), seorang anak yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya dan tinggal disebuah panti asuhan. Cyrill yang tidak percaya ditinggalkan oleh kedua orang tuanya mencoba mencari orang tuanya. Cyrill mencoba menelpon apartemen tempat sebelumnya Cyrill tinggal bersama kedua orang tuanya, Ciril juga mencari sepeda miliknya yang ditinggal di dalam apartemen itu.
Karena penuh tanya Cyrill kemudian kabur dari asrama tempat penampungannya, dan pergi ke apartemen, sesampainya di apartemen Cyrill tidak menemukan ayahnya dan juga sepedanya. Cyrill yang memaksa masuk ke dalam apartemen kemudian disusul oleh seorang staf pengajar dari asramanya. Cyrill kemudian diberi izin masuk untuk masuk ke apartemen tempat ia pernah tinggal untuk mencari sepedanya. Cyrill yang mendapati apartemennya kosong dan tidak menemukan sepedanya kemudian mau kembali pulang ke asramanya.
Keesokan harinya, seorang wanita yang ditemui Cyrill di apartemen kemarin, datang menjenguk dan membawakan sepedanya. Dialah Samantha (Cecile de France), yang datang membawakan Cyrill sepedanya. Samantha menemukan sepeda Cyrill di lingkungan sekitar kompleks apartemennya, dan kemudian membeli sepeda itu. Cyrill yang senang dengan kedatangan Samantha, kemudian meminta Samantha untuk mengizinkannya tinggal bersamanya setiap akhir pekan.
Konflik dalam film ini sangat sederhana, mulai dari adaptasi antara Samantha dan Cyrill, pergaulan Cyrill dengan seorang sahabat barunya yang nakal, dan konflik dengan para anak seusinya di kompleks tempat tinggal Samantha.
Kenakalan kenakalan Cyrill dalam film ini benar mengisahkan dengan sangat tepat salah satu contoh kasus psikologis seorang anak yang ditinggal orang tuanya, bagaimana depresi yang dialami sang anak tanpa kedua orang tuanya.
Lanjut ke cerita dalam film ini, Cyrill yang tinggal bersama Samantha tiap akhir pekan, kemudian mencari keberadaan ayah Cyrill. Setelah bertanya kesana kemari akhirnya Cyrill dan Samantha menemukan sedikit petunjuk dimana harus mencari sang ayah. Setelah bertemu sang ayah, Cyrill akhirnya harus kecewa, karena sang ayah tak ingin lagi bersamanya.
Hari demi hari Cyrill dihabiskannnya di penampungan dan di akhir pekan bersama Samantha. Banyak hal hal menarik disajikan dalam kisah kehidupan seorang Cyrill, mulai bergaul dengan teman barunya yang ternyata seorang anak yang sangat nakal dan melibatkan Cyrill ke dalam sebuah perampokkan. Akibatnya, Cyrill harus menanggung akibat perbuatanya itu dan lagi lagi Samantha datang untuk menolongnya. Dengan sabar Samantha terus coba mengerti sikap Cyrill.
Dia akhir film ini akan ada satu adegan yang sangat menyentuh dan saya tidak habis pikir dibuatnya, mau tahu apa itu silahkan cari dan nonton film ini, mungkin agak sulit untuk mencari film film festival seperti ini di teater. Overall The Kid With a Bike adalah film festival kelas jempolan, yang sanggup mengutarakan fenomena di sekeliling kita dengan sangat sederhana dan membumi.
Read More ...

0 comments

Belajar adalah kehidupan. Hal yang paling berharga ketika kita masih memliki kekuatan untuk menghirup udara gratis dariNya. Belajar dari sebuah kesalahan, mungkin bisa membawa kita menjadi lebih baik dan memahami.
Agak sedikit terbalik dengan peristiwa dalam dua hari yang luar biasa. Pengakuan akan sebuah kesalahan yang datangnya mesti saja di sebuah akhir, pembenaran dan pemaafan akan hal itu pastinya akan menjadi hal yang berat. Namun pengakuan akan hal itu membawa kita belajar lebih jauh lagi dalam memahami sesuatu.
Berusaha untuk tidak jatuh kepada kelemahan yang sama, dan terus punya H.O.P.E untuk bisa lebih baik.
"Sometimes we need to go back, and There is always way to step forward"
"Be brave and God May Love"
Read More ...

0 comments

Terbalik, begitu kira kira isi film yang diceritakan dari dua sisi pencerita yang berbeda. Menarik untuk disimak karena menurut saya jarang saja ada film yang berani mengeksplorasi cerita dengan gaya bercerita seperti ini. Rob Reiner yang menelurkan skenario film ini dan sekaligus turun tangan langsung dalam pengarahannya. Didukung oleh rumah produksi Castle Rock Entertainment, film ini bersetting tempat di daerah Ann Arbor, negara bagian Michigan.
Berkisah tentang dua orang remaja yang terlibat kisah asmara, namun diawali dengan pertemuan yang tidak begitu romantis. Diangkat dari sebuah novel dengan judul yang sama karya Wendelin Van Draanen, Flipped menampilkan Madelline Carol dan Callan McAuliffe sebagai aktor dan aktris utama.
Juli Baker (Madelline Carol) jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat Bryce Losky ( Callan McAuliffe ) yang merupakan tetangga barunya, Juli Baker kemudian mencoba segala cara untuk mencoba dekat dengan sang pujaan hati Bryce Losky. Namun terbalik dengan Juli Baker yang jatuh cinta mati, Bryce Losky justru sangat tidak menyukai Juli pada saat jumpa pertama. Juli yang tak habis semangat tetap saja mencoba untuk mendekati Bryce, apalagi tak disangka Bryce harus pindah ke sekolah tempat Juli juga bersekolah, dan tak disangka pula mereka sekelas. Juli benar benar terobsesi oleh sosok bryce yang menurutnya memiliki mata yang sangat indah.
Konflik yang terbangun antara Juli dan Bryce ternyata juga berlangsung pada keluarga mereka. Keluarga Bryce adalah keluarga yang cukup kaya sedangkan Juli datang dari keluarga yang biasa biasa. keluarga Bryce terutama sang ayah selalu membangga banggakan keluarganya lebih dalam segala dari keluarga Juli. sekitar empat puluh lima menit pertama film yang berdurasi total 90menit ini Juli dan Bryce saling berganti bertutur untuk kejadian atau sequence yang sama yang tidak biasa adalah bagaimana memisahkan kedua penutur tadi ini dengan transisi video Flipped, yang hampir jarang dipakai di kebanayakan film produksi Hollywood. Transisi yang tidak biasa ini benar benar menunjukkan perbedaan kisah perasaan sang penutur yang benar benar tidak serasi.
Read More ...

2 comments

Selalu saja menariknya hidup laksana anak panah yang dilepas dari busurnya. Melesat begitu cepat nyaris tanpa ada yang bisa melihat. Sayangnya manisnya hidup sungguh ternoda hina dengan perilaku manusia yang kian hari tak kian syukur, makin kufur. Minimal ada introspkesi dari setiap hari hidup yang kita jalani, baik buruknya semoga membawa kita menjadi pribadi yang mendekati sempurna. September menjadi bulan yang sangat bahagia sangat ceria dan istimewa, berbagai peristiwa terjadi untuk dilalui dan dinikmati sert pastinya disyukuri. Berlalu begitu saja?pastinya tidak ada hal yang akan membuat hari demi hari itu terasa begitu lama, begitu lambat, begitu menyiksa kadang menyisakan titik iman paling akhir, tetes darah terakhir yang menetes dari pembuluh pembuluh darah. Dialah masalah dengan segala lika likunya. Tanpa diundang atau ingin sekedar mendekatinya, masalah akan mendatangi kita kapanpun waktunya persis sama dengan saudara kandungnya "solusi". Masalah tidak seperti segelas kopi susu yang panas yang hanya butuh menunggu dan meniup untuk bisa menikmatinya teguk demi teguk. Masalah ingin diperhatikan, mendpaatkan porsi lebih dari rutinitas yang kita lakukan sehari harinya. Masalah itu haus perhatian namun kadang memberi sedikit efek sakit di kepala bahkan kadang di hati. cara cara unik manusia dengan segala kemampuan serta kelebihannya dibanding makhluk ciptaan lainnya menjadi bahan baku untuk memuaskan masalah agar bisa makan dengan lahapnya dan berisitirahat dengan tenang. Namun jangan pikir masalah akan selamanya pergi, masalah hanya istirhata sejenak setelah menggerogoti perhatian kepala dan hati kita. Yah bagi yang tidak kuat mungkin bisa rusak otak a.k.a gila atau bahkan sekedar sakit jiwanya. Pokoknya masalah tidak akan pernah pergi untuk abadi, manusialah yang pergi dengan abadi untuk hanya menumpang lewat di dunia yang sudah diciptakan dengan berbagai masalahnya. Jadi manusia manusia tangguh itu sebuah pilihan, buat orang orang terpilih. Ajang tanding bagi para pemikir atau orang orang yang ikhlas menggunakan pikirannya, ajang simulasi bagi para perasa atau orang orang yang bisa dengan baik menggunakan perasaannya, ajang uji nyali bagi yang berani, memahami kesendiriannya dan memahami jika ada kekuatan besar dibelakangnya. Sebuah harapan akan abadi bagi yang setia padaNya.
Read More ...

0 comments

Kemarin ada dua batas langit dan udara
lusa ada dunia
diantara pekik tangis
serta semangat untuk kembali berdiri
suara bising tidak penting
memilih indahnya hijau
cantiknya merah muda
dengan dan tanpa air mata
ini waktu dan sebelahnya lagi palu
hancurkan atau menangis terisak perih
meilih maju dan berjalan
usai semua sedihnya
berganti bahagia karena ketangguhannya
Read More ...

0 comments

Terima kasih telah mengajarku banyak hal, kepada bumi dan manusia se isinya. Sejak lahir hinga saat ini atau sesaat lagi kemudia kembali ke sisiNya yang sejuk dan tidak sedikitpun mengurangi nikmat apapun laku dan tindak tanduk ini. Sebuah perlawanan akan eksitensi diri yang dosa yang diberikan kesempatan hidup lebih lama untuk manjadi pribadi yang sabar.
Silih berganti datangnya manusia yang tidak kita kenal menjadi kenal, bersama dan tidak bersama, menghabiskan ruang dan waktu kehidupan yang sesaat. Sudah saatnya untuk pulang kepadaNya menjadi kebahagiaan yang kita cari selama ini, perhitungan akan segalanya akan ada di sana namun apa daya ini bukan persoalan meminta dan dikabulkan dengan memejamkan mata, walau tal terhtung berapa kali doa terkirim untuk bisa segera bersamaMu. Hisab bukan jadi hal yang menakutkan lagi buat orang sepertiku, saya tau timbanaganku akan seperti apa.
Sudah menjadi jalannya ketika kita harus seperti ini dan seperti itu, kesesuaian antara kesempitan dan kesempatan, pastinya semua dijamin berimbang. Mengapa mesti mempertanyakan kalau ternyata semua doa yang terkirim langsung dijawab, yah tunggu dulu jawabannya seperti apa kita tidak akan bisa mengidentifikasinya dengan segampang itu dengan akan dan pikiran bahkan perasaan kita. Apalagi hati kita mungkin sudah sangat butek untuk terus berburuk sangka bagi sesama dan yang pasti kepadaNya. Sering tanpa sadar kita kemudian mempertanyakan hal hal yang terjadi dan kenapa pemilihan subjek dari sekian banyak subjek yang lainnya. Tenang anda bukan cuman satu satunya subjek itu, masih banyak lagi orang yang mengalami hal serupa jadi jangan bangga dulu, itu biasa saja.
Tidak pernah terlintas sedikitpun untuk kecewa atau bahkan mendendam untuk hal hal yang di luar dugaan atau perkiraan kita bahkan yang sudah direncanakan pun kadang gagal. Lalu kenapa mesti membuang buang waktu untuk menghardik Tuhan, coba step back deh mungkin ada hal yang missed atau bisa saja itu bukan hal yang baik buat kita, sekali lagi versi Tuhan. Senjata ampuh hal yang terjadi di atas adalah dengan banyak menundukkan kepala dan meras abanga ketika berterima kasih kepada sang maha pemberi itu.
Kesadaran akan hal hal yang nikmat dan sebaliknya pun harus diasah se sensitif mungkin, agar nantinya kita paham betapa penuh inspirasinya semua yang Dia lakukan untuk makhluk yang diberinya kal sebagai pembeda dan istimewa dari makhluk lainnya.
Sebuah refleksi di sore yang hujan namun penuh kehangatan
Madakaripura Hamukti Moksa
Read More ...

0 comments

Paris, beri saya kesempatan sehari di kota ini dan saya yakin saya akan nongkrong sepanjang hari di tempat bernama Montmartre. Mungkin tidak sekeren atau terkenal seperti Eifel. Montmartre adalah sebuah kawasan yang dipenuhi dengan hal hal yang bertemakan seni dan budaya. Apa hubungannya dengan Midnight in Paris?yah, film arahan sutradara senior langganan Oscar, Woody Allen ini berlatar belakang kota Paris, Perancis. Film dengan genre drama komedi ini mengeksplorasi keindahan kota paris di scene awalnya, bagaimana menariknya kota ini dengan segala kemegahan arsitekturnya, keteraturan dan pesona lainnya.
Midnight in Paris berhasil membawa Woody Allen sebagai yang terbaik dalam ajang Oscar 2012 untuk Best writing/original screenplay dan masuk nominasi dalam best directing di tahun yang sama. Adalah Owen Wilson dan Rachel McAdams yang beradu peran dalam film berdurasi 95 menit ini. Midnight in Paris mengisahkan tentang dua pasangan Gil (Owen Wilson) dan Inez (Rachel McAdams) yang berlibur ke Paris bersama keluarganya. Gil yang sangat tergila gila dengan keindahan kota Paris mencoba meyakinkan tunangannya itu untuk tinggal dan menetap di Paris bersamanya, namun Inez lebih memilih untuk kembali ke Amerika.
Mereka pun akhirnya memilih untuk tidak berdebat soal itu dan mereka pun jalan masing masing selama di Paris. Gil adalah seorang penulis, yang sedang merampungkan sebuah novelnya. Ketika sedang berjalan jalan di tengah kota Paris di malam hari, Gil yang sedang mabuk berat kemudian bertemu dengan segerombolan orang yang nyatanya adalah para penulis, seniman dan tokoh tokoh terkenal Perancis zaman dulu, seperti Scott dan Zelda Fizgerald, Pablo Picasso, Salvador Dali, Ernest Hemingway, Luis Buneul hingga TS Elliot. Hal ini membuat Gil Pender begitu senang dan bersemangat untuk kembali melanjutkan untuk menuliskan novelnya dan terus mendapatkan kritik dari para tokoh tokoh idolnya itu.
Woody Allen sukses menghipnotis penonton untuk terbawa ke beberapa dekade yang lalu di kota yang cantik itu. Pemilihan setting lokasi dan properti yang lengkap menambah film ini begitu syahdu, apalagi adegan terakhir film ini menjadi scene pamungkas dengan, bagaimana tidak eksotika kota paris dibumbui dengan indahnya hujan malam hari. Bumbu cinta dalam film ini kemudian tidak mendominasi film ini begitu banyak, malah keanehan yang dialami Gil lebih menarik untuk disimak, th sudah bisa tebak bahwa akhirnya Gil tidak akan melanjutkan hubungannya dengan Inez yang jelas tidak sepaham soal hidup dengannya.
Gil lebih memilih untuk bersama seorang wanita yang baru ditemuinya di Paris, dialah Carol (Nina Arianda), seorang penjaga toko seni dan musik di daerah Montmarte Paris, yang baru beberapa kali bertemu dengan Gil. Di akhir film Gil dan Carol berjalan bersama di bawah guyuran hujan dan temaram kota Paris yang indah
"actualy, Paris is the most beautiful when the rain"
Read More ...

0 comments